Rabu, 07 Desember 2016


TUJUAN DAN MODEL-MODEL SUPERVISI PENDIDIKAN
MATERI
Yang diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Supervisi Pendidikan Islam
Yang diampu oleh :
 Habibi Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I.








Disusun oleh :
Siska Dwi Agustin                  (1721143373)
Kelas/semester : F/5
Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Fakultas : FTIK (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG
DESEMBER 2016
A.    PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM
Supervisi merupakan suatu kegiatan pengarahan terhadap kinerja tenaga pendidik untuk memperbaiki suatu sistem pembelajaran dan pengajaran, merevisi tujuan-tujuan pendidika, bahan-bahan pengajaran serta metode mengajar serta evaluasi pengajaran agar dapat diterima peserta didik sehingga visi dan misi yang telah disusun di dalam lembaga tersebut dapat terwujud yang akhirnya mampu melahirkan tenaga pendidik yang profesional dan peserta didik yang berkualitas.
Sedangkan supervisi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan pengarahan terhadap kinerja tenaga pendidik untuk memperbaiki suatu sistem pembelajaran dan pengajaran, serta memasukkan kurikulum yang berbasis keislaman terhadap mata pelajaran sehingga para tenaga pendidik dalam pengajarannya dimasuki unsur-unsur keislaman agar tercipta anak didik yang religius dan berintelektual. Alasan Supervisi pendidikan memilih label Islam karena dari lembaga-lembaga Islam lah yang akan disupervisikan dan agar tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam.
Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertindak sebagai stimulator, pembimbing dan konsultan bagi guru-guru dan perbaikan pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik. Oleh karena itu bagi seorang supervisor harus memiliki beberapa kompetensi supervisor. Adapun kompetensi supervisor adalah sebagai berikut :
1.      Kompetensi kepribadian
2.      Kompetensi supervisi managerial
3.      Kompetensi supervisi akademik/profesional
4.      Kompetensi supervisi penelitian/pengabdian
5.      Kompetensi evaluasi
6.      Kompetensi sosial
Selain itu juga supervisi diharapkan mampu membawa dampak perkembangan yang baik bagi kemajuan proses pengajaran melalui peningkatan kurikulum yang ada di sekolah sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan mutu pendidikan.

B.     TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Sebelum mengarah kepada tujuan supervisi pendidikan, fungsi utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Sehingga tujuan supervisi pendidikan secara umum yaitu dengan memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru agar mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, terutama dalam melaksanakan tugas yaitu melaksanakan proses pembelajaran. Sedangkan tujuan khusus supervisi adalah :
1.      Membantu guru dengan tujuan pendidikan dengan jelas
2.      Membantu guru membimbing pengalaman belajar siswa
3.      Membantu guru sumber dan pengalaman belajar
4.      Membantu guru menggunakan metode dan alat pembelajaran
5.      Membantu guru memenuhi kebutuhan belajar siswa
6.      Membantu guru meningkatkan mutu pendidikan di sekolah

C.    MODEL-MODEL SUPERVISI PENDIDIKAN
1.      MODEL SUPERVISI KONVENSIONAL
Model ini tidak lain dari refleksi kondisi masyarakat pada suatu saat. Pada saat kekuasaan yang otoriter dan feodal, akan berpengaruh pada sikap pemimpin yang otrokrat dan korektif. Pemimpin cenderung untuk mencari-cari kesalahan. Perilaku supervisi ialah mengadakan inspeksi untuk mencari kesalahan dan menemukan kesalahan. Kadang-kadang bersifat memata-matai (snoopervision), atau sering disebut supervisi yang korektif. Lebih sulit untuk melihat segi-segi positif dalam hubungan dengan hal-hal baik dari pada hanya mengoreksi kesalahan orang lain.
Menurut Briggs, jika adanya supervisor hanya ditujukan untuk mencari kesalahan maka dianggap menjadi pemulaan yang tidak berhasil. Karena hanya mencari-cari kesalahan dalam membimbing adalah bertentangan dengan prinsip dan tujuan supervisi pendidikan. Akibatnya guru-guru merasa tidak puas dan ada dua sikap yang tampak dalam kinerja guru yaitu acuh tak acuh (masa bodoh) dan menantang (agresif).
2.      MODEL SUPERVISI ARTISTIK
Supervisi ini ingin menjadikan semua anggota sekolah diajak bekerja sama, saling tukar ide, pemikiran dan cara mengelola dengan baik.
Ketika supervisor melakukan kegiatan supervisi dituntut berpengetahuan, berketrampilan dan tidak kaku, dalam kegiatan supervisi juga harus mengandung nilai seni.
Beberapa ciri yang khas tentang model supervisi yang artistik, antara lain:
a) Supervisi yang artistik memerlukan perhatian agar lebih banyak mendengarkan dari pada banyak berbicara.
b) Supervisi artistik memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup/keahlian khusus, untuk memahami apa yang dibutuhkan seseorang yang sesuai dengan harapannya.
c) Supervisi yang artistik sangat mengutamakan sumbangan yang unik dari guru-guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda.
d) Model artistik terhadap supervisi, menuntut untuk memberi perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas dan proses itu diobservasi sepanjang waktu tertentu, sehingga diperoleh peristiwa-peristiwa yang signifikan yang dapat ditempatkan dalam konteks waktu tertentu
e) Model artistik terhadap supervisi memerlukan laporan yang menunjukkan bahwa dialog antara supervisor yang supervisi dilaksanakan atas dasar kepemimpinan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
3.      MODEL SUPERVISI ILMIAH
Supervisi yang bersifat ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Dilaksanakan secara berencana dan kontinu.
b.      Sistematis dan menggunakan prosedur serta teknik terencana.
c.       Menggunakan instrument pengumpulan data
d.      Ada data yang objrktif yang diperoleh dari keadaan yang riil.
Dengan menggunakan skala penilaian atau check list para siswa atau mahasiswa menilai proses kegiatan belajar-mengajar guru/dosen di kelas. Hasil penelitian diberikan kepada guru-guru sebagai balikan terhadap penampilan mengajar guru pada semester yang lalu.
4.      MODEL SUPERVISI KLINIS
Supervisi klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan mengajar dengan melalui siklus yang sistematis, dalam perencanaan, pengamatan serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata, serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional.
Tahapan dari model supervisi ini adalah (1) Pertemuan awal (perencanaan), (2) Observasi, (3) Pertemuan akhir.
Beberapa ciri Supervisi Klinis:
a) Fokus supervise klinis adalah perbaikan cara mengajar, bukan mengubah kepribadian guru.
b) Dalam supervisi klinis, bantuan yang diberikan bukan bersifat intruksi atau memerintah. Tetapi tercipta hubungan manusiawi, sehingga guru-guru memiliki rasa aman. Dengan timbulnya rasa aman diharapkan adanya kesediaan untuk menerima perbaikan.
c) Ada kesepakatan antara supervisor dengan guru yang akan disupervisi tentang aspek prilaku yang akan diperbaiki.
d) Satuan tingkah laku mengajar yang dimiliki guru merupakan satuan yang terintegrasi. Harus dianalisa sehingga terlihat kemampuan apa, keterampilan apa yang spesifik yang harus diperbaiki.
e) Ada unsur pemberian penguatan terhadap prilaku guru terutama yang sudah berhasil diperbaiki, sehingga muncul kesadaran betapa pentingnya bekerja dengan baik serta dilakukan secara berkelanjutan.
f) Suasana dalam pemberian supervisi adalah suasana yang penuh kehangatan, kedekatan, dan keterbukaan.
g) Supervisi yang diberikan tidak saja pada keterampilan mengajar tapi juga mengenai aspek-aspek kepribadian guru, misalnya motivasi terhadap gairah mengajar.

D.    PENUTUP
Demikian materi ini saya ketik dan saya bagikan di blog ini semoga bermanfaat. Sumber yang saya ketik adalah materi yang saya catat dari bapak Habibi Yusuf, S.Pd.I.,M.Pd.I. selaku dosen mata kuliah Supervisi Pendidikan Islam ketika beliau menjelaskan di kelas. Sumber yang lain yaitu dari buku Supervisi Pendidikan.
Sekian materi yang dapat saya sampaikan. Jika ada kurangnya itu memang kodrat saya sebagai manusia biasa, jika ada lebihnya itu semata-mata hanya milik Allah.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar